Kareemaland Web Project

Sudah lama tidak ngutak atik buat web, padahal beberapa tahun lalu sering menangani pembuatan web beberapa instansi di Kalimantan Selatan, baik sekolah, kampus, organisasi, maupun instansi pemerintah, dulu sempat jadi salah satu hobi yang menghasilkan. 
Hobi karena yah bukan lulusan komputer hanya sering iseng ngutak atik aja malah bisa bikin web, dan sekarang ngutak atik bikin web kareemaland setelah sekian tahun buat rumah di dunia nyata, untuk web Kareemaland rencana mau sy bikin yang simple saja, pake HTML saja. #KareemaLand #KareemaResidence #PesonaKarima#PerumahanKurniaIndah

Akhirnya Raperda Reklamasi Tambang mulai dibahas

Hari ini, Rabu 18 September 2012. DPRD Kalsel melalui hak inisiatifnya mengajukan raperda reklamasi tambang. Kita ketahui bahwasanya Kalimantan Selatan merupakan daerah penghasil tambang yang besar. Bahkan hasil tambang bmi lambang mangkurat ini juga diekspor ke luar negeri seprti jepang,cina, malaysia dan lainnya.
Namun, pembangunan di Kalimantan Selatan terlalu lambat untuk penghasil tambang dibandingkan dengan pulau jawa. Bahkan bekas galian tambang kebanyakan ditinggalkan menganga lebar sehingga menimbulkan masalah baru bagi lingkungan. Para pengusaha tidak mereklamasi atau menutup bekas galian tambang.
Secara umum pengertian reklamasi adalah usaha memperbaiki, atau memulihkan kondisi lahan yang rusak dikarenakan kegiatan penambangan baik melakukan penanaman kembali lahan bekas tambang, untuk mengurangi kerusakan lingkungan.
Oleh karena itu DPRD Kalsel mulai melakukan kajian dan mengajukan raperda inisiatif untuk mengatur agar para pengusaha tambang. Mudahan-mudahan saja raperda yang diajukan ini dapat mengurangi pelannggaran yang dilakukan para penambang batu bara.
Beberapa peraturan tentang reklamasi tambang adalaha
  • UU No. 11/1967, tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan
  • PP No. 32/1969, tentang Pelaksanaan UU No. 11/1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan
  • PP No. 75/2001, tentang Perubahan Kedua Atas PP No. 32/1969
  • Kepmen PE No. 1211.K/1995, tentang Pecegahan dan Penanggulangan Perusakan dan Pencemaran Lingkungan Pada Kegiatan Pertambangan Umum
  • Kep Dirjen PU No. 336/1996, tentang Jaminan Reklamasi
  • UU RI Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara

Menyambut Tamu Agung

Ramadhan, bagaikan tamu agung yang menghampiri umat Islam. Sebagaimana ummat Islam yang ada di belahan dunia lainnya, Umat Islam Kota Banjarmasin pun juga bergembira menyambut datangnya Bulan Ramadhan.

Beberapa ormas maupun parpol Islam melakukan pawai menyambut Ramadhan, tentu saja pawai yang dilakukan untuk mengingatkan masyarakat secara umum untuk menghormati Bulan Ramadhan.

Bahkan, anak-anak pun juga ikut berpawai ria, orasi dan juga bertreatikal mengililingi Kota Banjarmasin.

Sebagaimana tahun yang lalu, pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan pasar wadai, atau "Ramadhan Cake Fair". Akan tetapi lokasi yang biasanya di depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, pada tahun ini pindah ke depan kantor gubernur, masih di depan sungai martapura, akan tetapi. Apabila tahun lalu pasar wadai menggunakan hiasan dan ornamen Banjar, maka tahun ini hanya menggunakan tenda yang di sponsori salah satu media di Kota Banjarmasin.

Semoga Ramadhan tahun ini lebih berarti, karena sudah satu tahun saya berada di Kota Banjarmasin, pasca kuliah dan sekolah di pulau Jawa.

Mengecam Malaysia

Kasus pemukulan ketua juri karate Indonesia Donald Pieter Luther Kolopita oleh empat oknum polisi Malaysia, membuat geram warga Indonesia, bahkan di Kalimantan Selatan. para karateka pun berdemo mengecam perbuatan Polisi Malaysia tersebut.

Memang Malaysia yang mengaku saudara serumpunsangat arogan terhadap "saudara tuanya", warga Indonesia sudah berapa kali yang mengalami penganiayaan oleh Warga Malaysia, seperi TKI. Bahkan Gubernur Sutiyoso pun pernah mengalaminya.

Para karateka yang didomininasi para karateka cilit tersebut, mengecam malaysia sambil menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Tentu saja ketika para wartawan mengambil gambar, mereka pun sangat bersemangat sambil bergaya, dan wal hasil para sekwan dan staff tersenyum-senyum melihat tingkah para karateka cilit tersebut.

Remo, yang jauh dan yang tertinggal

Kamis, 23 Agustus 2007. Saya berkesempatan menemani salah seorang Aleg dari DPDR Provinsi, tentu saja untuk peliputan kegiatan yang sedang dilakukannya. Saat itu Ibnu Sina, S.Pi akan meninjau salah satu daerah dekata dengan perbatasan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Banjar. Tujuannya adalah ke Desa Remo, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar.

Untuk menuju daerah tersebut diperlukan waktu berjam-jam, bahkan untuk menempuh jalan yang lebih cepat maka melalui daerah Binuang, Kabuapten Tapin. Mobil yang membawa kita pun harus berhenti di salah satu Desa. Dilanjutkan menggunakan motor. Jalan yang terjal dan berlumpur membuat Desa tersebut tertinggal. Hal ini menyebabkan pejabat dari Baputen Banjar enggan untu kesana, bahkan pejabat Kecamatan Paramasan pun belum pernah ke sana.

Desa Remo, terletak diantara pegunungan meratus, Kalimantan Selatan, dengan jumlah 1000 jiwa dengan jumlah 1 sekolah dan guru yang hanya tiga orang membuat desa ini semakin berat, bahkan listrik pun belum ada.

Menurut Usrah, Kepala Desa Remo. "penduduk Desa Remo dan sekitarnya pada dasarnya hendak maju, namun kondisi jalan yang rusak membuat Desa kami tertinggal, hingga yang ada adalah bertahan hidup seadanya".ujarnya.

Apabila hujan turun maka, penduduk Desa akan diam diri di rumah saja, untuk ke ladang pun tidak bisa, apalagi menuju kota, tambah warga.

Warga juga menambahkan memerlukan bibit karet, karena menurut mereka, saat ini ada sekitar 500 hektar tanah siap tanah apabila ada bibit, kalau tidak ya, seperti sekarang menjadi ladang ilalang.

Mereka yang Melanjutkan Studi

Pagi tadi, ketika sedang dalam perjalanan menuju kantor, aku dikagetkan dengan sapaan seeorang pengendara kendaraan juga, yang tidak lain adalah Abdurrahman, Temanku semasa SD dulu. Sembari jalan Dia juga pamitan karena besok mau ke Bandug menlanjutkan kuliahnya.

Syukurlah, artinya ada dua orang temanku yang melanjutkan kuliah lagi, salah satunya adalah Alfu ke Yogyakarta melanjutkan S2 di UNY.

Semoga aku juga dapat melanjutkan studi juga, apalagi istri juga semangat tuh belajar.

Membuat KTP Baru

Kemarin (25/06), ketika sampai kantor pukul 07.28, dan setelah beres-beres dan membuat sedikit konsep buat Pandangan Akhir DPRD. Aku mulai siap-siap keluar, keadaan kantor sampai pukul 09.00 masih terasa sepi, biasa, kadang jam 09 lewat baru gedung wakil rakyat ini mulai terasa ramai.

Dan setelah memasukkan laptop keruangan Dewan, aku pun meninggalkankan kantor, tapi aku bukan untuk pergi begitu saja, karena memang ada sesuatu hal yang harus ditemui di kantor Dinas Tata Kota.

Sebelum kesana, aku mampir dulu ke kantor Kelurahan Antasan Kecil, tempat dimana aku tinggal, tentu saja, beberapa dari mereka kenal dengan diriku, sebelumnya kantor kelurhan ini hanya beberapa rumah saja dari rumah ku yang dulu, tapi sekarang sudah punya kantor baru, di daerah Sultan Adam, Masjid Jami.

Di sana aku mengurus pembuatan Kartu Keluarga buat Kaka ku, disamping itu sekalian memasukkan akh. Amin dalam bagian dari keluarga, karena akh. Amin mau membuat KTP di Banjarmasin.

Setelah selesai, semua urusan sekaligus ke Bank Pembangun Daerah Kalsel, untuk memasukkan setoran punya ibu, aku pun langsung kembali ke kantor. Sesampai di kantor aku lihat laptop ku baru saja ada yang menggunakan, ku cek dari file-file yang ada di recent document, dan kulirik di dalam ruangan dewan ada eksternal hardisk milik Ibnu Sina. oh habis surfing fikirku. Setelah Dzuhur menyelesaikan PA-pun dilanjutkan dengan berbagai masukan dari beberapa aleg,