Retorika atau Fakta

Jogja-“Hajar terus, kritik terus, tapi biarkan pemerintahan tetap jalan”. Hal tersebut diungkapkan Amien Rais dalam diskusi publik yang diselenggrakaran oleh DPD IMM DIY di Museum Benteng Vredenburg, dengan tema Refleksi 100 hari Pemerintahan SBY & Kalla ”Retorika atau Fakta”. Sby menurut Amien, selama 100 hari ini berhasil dalam dua bidang yaitu pshisical dan juga visi. Secara fisik SBY dimenangkan dengan postur tubuh uyang tegap dan juga wajah yang tampan, dan dari sisi visi kepresidenan yang disampaikan dalam pemilu presiden yang lalu, visinya sangat bagus dan juga menyakinkan. Namun SBY ternyata SBY dalam seratur hari ini memiliki kekurangan yaitu tidak adanya keberanian untuk mengambil resiko. Sehingga kepemimpinan bangsa ini menjadi ragu-ragu dalam mengambil keputusan, SBY juga dinilai kurang tegas dalam menghadapi kasus-kasus aceh atau lambat. Kedua SBY ternyata merupakan pemimpin yang senang berwacana, sehingga tidak adanya langkah kongkrit dalam penanganan dalam berbegai kasus. Ketika dalam poencalonan presiden dulu, SBY memiliki wacana konsolidasi, rekonsiliasi dan juga aksi, namun itu semua ternyata hanya retorika dalam dataran aksi ternyata tidk pernah dilaksanakan.

Pada acara tersebut Pengamat ekonomi, Revrison Baswir, mengungkapkan bahwasanya pemerintahan SBY bukan seratut hari yang gagal namun pada hari pertama sudah gagal. Karena menurut ekonom asal Jogja ini mengungkapkan sistem pemilihan langsung yang diselenggarakan dalam suasana ekonomi yang masih timpang , mustahil dapat melahirkan pemimpin yang baik.. karena yang berkuasa adalah para donatur, sehingga pada saat pengumuman menteri sudah terjadi tarik menarik antara donatur dan SBY, sehingga para menteri pada bidang ekuin banyak yang pro-IMF seperti Sri Mulyani, Yusuf Anwar, Abu Rizal Bakri dan lainnya. Bukti lainnya, dalam 100 hari ini banyak kebijakan yang menguntungkan para donatur-donatur ini seperti kebijakan kenaikan 40 % harga BBM. Untuk kasus kenaikan BBM tersebut, Revrison mengungkapkan tidak ada hubungan subsidi BBM dengan pengalokasian dana, sebagaimana iklan Bajaj Bajuri, namun lebih pada struktur ekonomi Indonesia yang timpang. Bukti lain banyaknya tender yang akan dilakukan dalam pemerintahan ini yang tentunya akan menguntungkan para investor asing, dan juga akan ada pergantian di tubuh BUMN, yang tentunya ini merupakan agenda para donatur jugua karena menagih janji sebagai donatur dalam pemilihan presiden dulu.

Sedangkan Ichsanuddin moorsy (Tim ekonom Bangkit) mengungkapkan Janji pemberantasan korupsi yang dijanjikan SBY ternyata tidak berjalan, malah dalam 100 hari berjalan bukannya potensi yang diberantas namun potensi korupsibanyak dibuka. Dari sisi hukum, Koordinator Kontras, Usman Hamid. Mengungkapkan banyak kasus-kasus HAM yang sampai saat ini belum diselesaikan terlebih lagi banyak berkas kasus-kasus terdahulu yang sudah masuk di Kejagung yang sampai saat ini belum disentuh, kemudian Dia juga mengungkapkan banyaknya penyelesaian konflik yang belum diselesaikan.
Retorika atau Fakta Retorika atau Fakta Reviewed by M.Arifiani on 9:29 AM Rating: 5

No comments