Asap dan Pemberdayaan Masyarakat

8:55 PM M.Arifiani 0 Comments

Sesaat setelah salam sholat tarawih pada sebuah masjid di kota Banjarmasin, mata dan pandangan ma’mum kemudian menerawang sambil menutup hidung dengan sajadah, sapu tangan atau dengan tangan seadanya. Hal tersebut karena kabut asap telah masuk ke ruang masjid besar itu. Tentu saja, ketika hendak melaksanakan sholat witir beberapa anak dan orang tua-pun terdengar batuk-batuk karena menghidup udara yang bercampur asap.

Kabut asap, di wilayah yang masih banyak hutan memang sudah menjadi sebuah bencana tahunan yang melanda Kalimantan serta sumatera. Dampak kabut asap ini-pun tidak hanya dirasakan oleh warga Indonesia, namun juga dirasakan oleh Negara tetangga kita, Malaysia. Sindiran para ahli melalui media tentang hal ini-pun sudah sering dilontarkan bahwasanya Indonesia sering mengimpor asap tahunan ke negara jiran tersebut. Dampak kabut asap memang sungguh luar biasa, dari dampak kesehatan hingga dampak ekonomi. Tentu saja dampak kesehatan yang disebabkan kabut asap ini sangat riskan bagi keberlangsungan hidup orang banyak terlebih lagi bagi masa depan anak-anak. Polutan udara dari asap kebakaran hutan menghasilkan gas hidrokarbon aromatik polinuklear.
Gas tersebut berpotensi menimbulkan radang hidung, tenggorokan dan bronkus serta memicu kambuhnya penyakit paru kronik. Yang tidak kalah mengkhawatirkan, jumlah polutan lingkungan berpotensi menyebabkan kanker (karsinogenik). Proses pembakaran hutan, kebun dan ladang umumnya menghasilkan berbagai polutan. Sebut saja, gas karbonmonoksida (CO), karbondioksida (CO2), sulfurdioksida (SO2), nitrogen oksida (NO), aldehida dan gas lain. Dari proses pembakaran tersebut juga dapat dihasilkan partikel seperti silika, karbon oksida besi serta alumina.

Dampak lain yang ditimbulkan kabut asap adalah terganggungnya aktifitas ekonomi masyarakat walaupun tidak sampai macet, namun dampak yang ditimbulkan dapat mengurangi aktifitas ekonomi masyarakat. Penundaan keberangkataan maskapai penerbangan, hingga batalnya mengakibatkan kecelakaan karena pesawat gagal mengudara, hal ini tentunya dapat mengurangi produksi dan aktifitas masyarakat, bahkan dapat memakan korban Kalau kita sadari bahwasanya kabut asap ini merupakan bencana tahunan yang ternyata belum dapat ditangani dengan seksama oleh pemerintah.
Gas tersebut berpotensi menimbulkan radang hidung, tenggorokan dan bronkus serta memicu kambuhnya penyakit paru kronik. Yang tidak kalah mengkhawatirkan, jumlah polutan lingkungan berpotensi menyebabkan kanker (karsinogenik). Proses pembakaran hutan, kebun dan ladang umumnya menghasilkan berbagai polutan. Sebut saja, gas karbonmonoksida (CO), karbondioksida (CO2), sulfurdioksida (SO2), nitrogen oksida (NO), aldehida dan gas lain. Dari proses pembakaran tersebut juga dapat dihasilkan partikel seperti silika, karbon oksida besi serta alumina.

Dampak lain yang ditimbulkan kabut asap adalah terganggungnya aktifitas ekonomi masyarakat walaupun tidak sampai macet, namun dampak yang ditimbulkan dapat mengurangi aktifitas ekonomi masyarakat. Penundaan keberangkataan maskapai penerbangan, hingga batalnya mengakibatkan kecelakaan karena pesawat gagal mengudara, hal ini tentunya dapat mengurangi produksi dan aktifitas masyarakat, bahkan dapat memakan korban Kalau kita sadari bahwasanya kabut asap ini merupakan bencana tahunan yang ternyata belum dapat ditangani dengan seksama oleh pemerintah.
(tulisan ini diolah dari berbagai sumber)
M. Arifiani
Moderator Milis ISCDIC
(Indonesian Student Community for Development of Islamic Civilization)

0 comments: