Artikel keluarga

Tulisan ini saya buat ketika masih berada di Islamic Centre Seturan Jogjakarta, semasa saya masih berstatus santri mahasiswa di Islamic Centre. Waktu itu hujan deras membasahi Kota Jogja, dari atas terdengar tangisan anak ust yang pada saat itu sedang sakit, saya memperhatikan bagaimana kehidupan ustazd yang penuh dengan perjuangan, namun namun masih memperhatikan dan menyanyangi keluarga, terlebih lagi ketika semua keluarganya berkumpul, yang kecil menghormati yang tua dan yang tua menghormati yang muda. Dan tulisan ini pernah saya kirimkan ke beberapa ikhwah yang melangsungkan pernikahan, dan kemaren Kaka kandung saya juga melangsungkan pernikahan, saat ini saya berada di warnet saya berhenti sambil menunggu pagi setelah melewati perjalanan panjang sejak Jum'at hingga saat ini.

=======================================================
Membentuk Keluarga Perguruan Tinggi


Hujan deras, dan kita baru pulang dari kantor. Ada kelelahan pada raut wajah, kita berharap ketika sampai di rumah menemui ketenangan dan ketentraman. Wajah anak-anak yang lucu membuat kita kembali ceria, serta sambutan senyum bidadari rumah selalu siap memberikan yang terbaik bagi penghuninya. Namun, apa yang kita harapkan ternyata jauh berbeda.

Belumlah kita mengetuk pintu, terdengar tangisan si bungsu yang keras sekali hingga terdengar keluar rumah. Dan ketika pintu dibuka, kita mendapati ruang tamu yang berantakan dengan berbagai macam mainan. Bidadari (istri) kitapun terlihat kurang rapi karena seharian mengurus si bungsu yang rewel karena sakit, belum lagi kakak-kakaknya yang bermacam-macam ulahnya.

Sebagai seorang Ayah tentunya kita mengharapkan semuanya sempurna. Bidadari kitapun ternyata belum menyiapkan makanan dengan baik. Sayur yang tersedia telah dingin, segelas teh hangat yang kita harapkan hanya diganti dengan air putih dingin.

Namun apabila menghadapi semua itu dengan emosi, bisa jadi malah membuat runyam. Apabila kita hadapi semua itu dengan cara emosional, sehingga percikan antara kita dan istri kitapun bisa dimulai dengan hal diatas. Namun apakah kita pernah berpikir, bahwa istri kitapun ternyata jauh lebih berat tugasnya dibandingkan kita, yang hanya kerja menghadapi mesin, kertas, atau orang yang konsultasi sebentar. Pernahkah kita memikirkan kebaikan istri kita yang dengan ikhlas menyiapkan sarapan pagi sebelum kita berangkat dan dia ternyata menyiapkannya sejak matahari belum terbit. Kemudian dilanjutkan menyiapkan perbekalan anak-anak, membersihkan dapur, kamar tidur, pekarangan rumah, ke pasar dan itu berlangsung terus hingga sore dan malam hari pada setiap harinya.

Rumah memang harus menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi penghuninya. Rumah merupakan tempat kita bisa saling berbagi cerita, suka maupun duka. Rumah merupakan daerah kekuasaan kita, yah karena kitalah yang memimpin didampingi oleh seorang perdana mentri yang tak lain adalah istri kita. Sinergitas antara suami istri melalui dialog dan komunikasi tentunya akan membuat kapal yang kita jalankan akan sesuai dengan arah dikehendaki bersama. Penumpangpun akan merasa aman dan nyaman berada di dalamnya. Rumah merupakan ladang amal bagi kita untuk menuju kehidupan yang hakiki. Kitalah (suami-istri) yang menentukan rumah tangga hendak dijadikan seperti apa, mesjid, perguruan tinggi, hotel, ring tinju, penjara, neraka atau surga.

"Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik terhadap istri, dan aku adalah orang yang paling baik diantara sekalian terhadap istri" (At-Turmudzi)

Ketika kita pertama kali memasuki kehidupan rumah tangga, tentunya ada perasaan bahagia, senang, gundah serta resah, tetapi saling percaya antara suami dan istri membuat kehidupan menjadi hidup. Kita dapat menjalaninya dengan baik serta lancar. Istri yang ada disamping kita selalu memberikan senyum, sehingga menyejukkan jiwa kita (suami), dan istripun merasa aman karena ada seseorang yang selalu melindunginya. Dan semua itu dibingkai dalam suatu wadah, yaitu cinta yang diciptakanNya. Cinta itulah yang membuat kita merasa tentram dan sesungguhnya kasih sayang suami istri membuat dosa keduanya berguguran, sebagaimana hadist nabi, yaitu : "Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya" (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi' dari Abu Sa'id Alkhudzri r.a).

Komitmen antara suami-istri yang dilandasi atas dasar kepercayaan, iman, serta taqwa kepada Allah tentunya membuat rumah tangga menjadi tenang, untuk mencapai keluarga Sakinah Mawaddah War Rahmah.

Kepada sahabat, yang baru saja memasuki universitas kehidupan, barakallahu. Perempuan yang mempesona adalah wanita shalihah, yang selalu memberikan senyum pada suami sehingga menyejukkan mata, serta menenangkan jiwa. Ketika suami menuntunya kepada kebaikan, dengan segera ia gapai dengan keikhlasan. Apabila suami pergi, maka ia menjaga diri dengan baik serta menjaga amanah suami untuk menjaga harta benda serta kehormatannya. Istri tidak silau dengan gemerlap dunia dan selalu mengharap ridha Ilahi.

Suami yang baik adalah nahkoda yang mengerti akan kebutuhan awak kapalnya (anak-istri). Suami yang selalu melindungi dan mencari nafkah dengan baik serta halal. Suami yang tangguh adalah suami yang tidak kenal lelah untuk berlemah lembut terhadap istri dan selalu mengingatkan kesalahan istri, suami yang memegang teguh firman Allah, "Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (QS. At-Tahrim: 6).

Semoga kita semua dapat menjadikan rumah kita seindah surga dan sesuai dengan harapan yang kita inginkan. semoga saya juga dapat menggenapkan dien sebagaimana antuma yang telah berani mengambail langkah dalam memasuki kehidupan baru, dan juga universitas baru tempat kita menempa ilmu kehidupan menuju Ridha Allah. Amin, Saya berdoa semoga keluarga antum menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahman.

Artikel keluarga Artikel keluarga Reviewed by M.Arifiani on 4:44 AM Rating: 5

2 comments

imponk said...

Tulisannya bagus mas :)

cikubembem said...

indahnya...
smoga ak bisa seperti ini