Pertemuan Malam

8:38 AM M.Arifiani 0 Comments

Hujan yang mengguyur kota pelajar, seakan enggan untuk berhenti. Dingin pun terasa menusuk tulang, teh hangat dan sedikit penganan kecil sedikit membuat hangat jasad yang semakin tua ini. Ketika seorang kawan mengingatkan akan janji yang kami buat untuk menegaskan silaturrahmi. Tersentak kaget diri ini, karena berita yang saya sampaikan kepada beberapa teman ternyata tidak sesuai.

Dengan cepat, jari-jari tangan memencet tombol demi tombol ponsel, untuk menyakinkan akan janji yang telah kami buat. Setelah jawab pasti di dapat. Walaupun hujan, kudasembrani yang setia menemani kemana saja langsung saya keluarkan. Maka saat itu pun saya dan kuda sembarni langsung menuju tempat teman yang saya beri kabar tersebut. Sesampai di sana, ternyata teman yang dicari belum muncul. Maka dengan sabar saya pun menunggu di bawah langit-lanngit rumah tuhan. Setelah menunaikan kebutuhan dan kewajiban untuk bersua denganNya, dalam sujud dan do’a. Lembaran kitab suci pun saya baca.

Ketika lembar demi lembar telah tunai dibaca, seseorang menyapa dari belakang, sambil meraih tas dan jaket yang berada disebalah saya, diapun langsung mengajak ke tempatnya. Sambil membicara aktifitas masing-masing selama ini, saya pun membuka mengajaknya untuk segera berangkat ketempat yang dulu pernah kami tempati, Islamic Centre. Namun, ajakan saya malah ditanggapi dengan sodoran makanan-makanan hangat. Setelah selesai kip un berangkat. Kami pun bersyukur karena hujan telah tunai menunaikan tugasnya, hanya dingin dan angin yang berhembus.

Sebelum menrapatkan kuda sembarani di pelataran rumahNya. Terlihat beberapa kendaraan teman yang sebelumnya telah sampai. Kami pun langsung menuju kamar yang berada diatas. Terlihat dari pandangan kami, beberapa teman sedang menikmati hangatnya susu jahe yang disediakan tuan rumah, salam dan sapaan hangat pun terucap dari mulut kami. Sambil menikmati hidangan yang disediakan kami pun menunggu beberapa teman lagi yang belum hadir, setelah di coba dihungi dan di pastikan tidak dapat hadir. Kami semua langsung menuju tempat akhir, untuk bersilaturrahmi. Namun orang yang kita cari ternyata telah beragkat ke suatu tempat untuk menunaikan kewajiban terhadap masyarakat dan ummat, yang ada hanya istri beliau. Kitapun segera pulang, melepas penat masing-masing

0 comments: