Demonstrasi, Kreasi dan Silaturrahmi

8:19 AM M.Arifiani 0 Comments

Di sebuah komplek perumahan, dikawasan kota pelajar. Berkumpul 9 orang anak muda. Mereka terlihat sedang berdikusi tentang berbagai macam hal, sedangkan waktu telah menunjukkan pukul 23.45, namun mereka terlihat antusias mendengarkan paparan dari salah seorang yang memang terlihat sebagai seseorang yang dituakan. Sambil memakan penganan kecil yang disediakan, Orang yang lebih tua tersebut mengakhiri diskusi dengan beberapa pengumumun. “Baik, ikhwah fillah,terkait dengan agenda pada minggu ini, diantaranya akan diadakan aksi solidaritas palestina ahad nanti, antum semua diharap hadir dan jangan lupa beritahu teman-teman yang lain”. Ungkapnya yang kemudian diakhiri dengan doa dan salam.

Keesokan harinya, dalam rapat kecil di kampus. Salah seorang pemuda yang mengikuti diskusi malam tersebut juga memberitahukan hal serupa kepada yang lain. Ketika disampaikan hal tersebut, salah seorang dari peserta rapat-pun bertanya apa saja yang dapat kita lakukan ungkapnya. Seketika itu pula langsung terbentuk kepanitiaan kecil untuk menyiapkan aksi yang tinggal beberapa hari lagi. Peserta rapat yang bertanya pun tetap mendapatkan amanah, yaitu menyiapkan run-text, buat aksi nanti. Sedangkan yang lainnya mendapatkan tugas lain. Maka tiga hari menjelang aksi solidaritas itu pun semakin terlihat pula persiapannya, khususnya di beberapa kepanitiaan kecil.

SMS ajakan aksi pun terus ada. Tak terkecuali di kalangan ibu-ibu. “Afwan, untuk mobil ahad nanti sudah ada sekaligus supirnya, bagaimana persiapan snack anak-anak untuk aksi apakah sudah clear?”, tanya salah seorang ibu kepada ibu yang lain. Menjelang dua hari dari aksi solidaritas, beberapa ibu-ibu bersiap-siap menyiapkan snack yang diperuntukkan buat anak-anak yang berumur 7 hingga 10 tahun. Memang, aksi solidaritas yang biasa mereka laksanakan terkadang melibatkan anak-anak, dikarena ibu-ibu beserta suami mereka juga mengikuti aksi, bahkan sampai mengikutkan ibu mertua, hingga persiapan aksi pun sebagaimana layaknya hendak bepergian piknik ke suatu tempat. Bagi mereka aksi yang akan dilakukan nanti merupakan perwujudan solidaritas kepada bangsa lain yang sedang terjajah dan tertindas.

Beberapa pemuda remaja masjid pun tidak ingin ketinggalan, menjelang aksi mereka terlihat sibuk menyiapkan berbagai macam atribut dan spanduk untuk digunakan dalam aksi nanti, rencananya mereka akan memakai pakaian yang hitam semua agar terlihat nyentrik pikir mereka. Berbagai macam spanduk, poster dan atribut lainnya mereka buat sendiri, dengan kreatifitas yang mereka miliki mereka membuatnya sebagus mungkin bahkan mereka tidak segan-segan untuk mengeluarkan dana mereka tanpa ada yang mensponsori.

“Ass, afwan akh, untuk rapat ahad nanti bagaimana?” tanya salah seorang akhwat,melalui sms kepada sekretaris di salah satu organisasi. “Hari ahad nanti kan akan ada aksi solidaritas ?” tambah akhwat tersebut. Si sekretaris pun menjawab “Untuk rapat ahad pagi kita alihkan setelah aksi selesai, hal ini sudah ane bicarakan dengan teman-teman yang lain, tolong beritahu yang lain, dan mobilisasi massa untuk aksi nanti tolong dimaksimalkan” dengan tidak lupa mengingatkan untuk memobilisasi massa untuk aksi.

Sedangkan di sebuah sekretariat parpol dakwah, persiapan dan segala aktifitas di sekretariatan parpol dakwah tersebut terlihat ramai, aksi solidaritas tersebut merupakan prakarsa parpoll tersebut. Malam menjelang aksi, pada salah satu masjid terlihat beberapa orang terlihat khusu mendengarkan arahan, yang dilanjutkan dengan doa. Memang malam menjelang aksi tersebut, beberapa anak muda, memprakarsai untuk melakukan mabit agar persiapan ruhani terisi buat aksi besok, pesertanya pun beragam dari berbagai macam tempat. Bagi mereka aksi besok perlu diimbangi dengan kekuatan iman, sehingga apa pun yang mereka lakukan tetap dalam koridor yang lurus dan benar.

Keesokannya, setelah sholat subuh, hampir di setiap rumah yang didiami oleh para aktivis dakwah tersebut terlihat sibuk, sebelum berangkat segala perlengkapan dicek, spanduk, poster, bendera, air minum dan perlengkapan lainnya. Anak-anak juga terlihat riang gembira, mereka melantunkan beberapa nasyid yang mereka hapal. Dan mereka pun berangkat ke titik-titik yang telah ditentukan. Beberapa diantara mereka berangkat dengan mobil, motor, sepeda, angkutan umum, bahkan jalan kaki pun dilakoni. Tepat pada pukul 07.30 massa aksi yang datang dari berbagai penjuru tersebut berkumpul, mereka terlihat gembira, saling sapa, dan salam. Karena mereka bertemu dengan teman ngaji, diskusi, kerja dan lain sebagainnya, maka jadilah aksi tersebut seperti silaturahmi akbar para kader-kader dakwah tersebut.

Sedangkan di mobil komando, koordinator aksi terlihat berorasi menyemangati peserta aksi, dan keamanan aksi juga terlihat sibuk mengatur barisan massa. “ingat aksi kita ini bukanlah aksi yang anarkis, aksi kita ini merupakan aksi damai, aksi kita ini merupakan bukti bahwasanya kita tidak rela ada penjajahan diatas dunia ini, dimana pun beradab”, ungkap salah seorang orator di depan massa aksi. Ketika mereka melakukan long march menuju tempat yang ditentukan, beberapa orang peserta menyebarkan selebaran tuntutan mereka kepada masyarakat. Sedangkan di kanan, kiri dan di gedung-gedung terlihat pada ikhwan dan akhwat sedang mengabadikan moment tersebut dengan kamera dan alat perekam lainnya.

Ketika sampai di sebuah tempat yang ditentukan, massa aksi pun berhenti. Mereka melakukan orasi , teatrikal dan berbagai macam atraksi serta kreasi. Ketika siang menjelang, sebelum aksi ditutup, beberapa anak-anak terlihat bercanda dan tertawa sambil menyantap snack yang telah disediakan, beberapa diantara mereka bahkan bermain-main disekitar mobil komando. Sebelum berakhir beberapa peserta aksi menengadahkan wajah ke atas memandang awan yang menaungi aksi mereka. Aksi solidaritas itu pun berakhir dengan damai dan di tutup dengan doa.

0 comments: