Belajar Hidup Dari Kehidupan

29 October 2004

Dari Diskusi Hingga Es Pallubutung

JOGJA-Siang itu (23/10), udara di Jogja cukup panas. Hal tersebut membuat beberapa mahasiswa UIN Sunan Kalijaga memilih beristrirahat di masjid kampus setelah selesai sholat zuhur. Namun ada pula beberapa dari mereka yang sedang membaca Qur’an dan berdiskusi. Sedangkan,di sekretariat ta’mir, beberapa mahasiswa yang menjadi panitia ramadhan di kampus sibuk mempersiapkan acara buat nanti sore, dari pembicara hingga menu berbuka. Keadaan juga dapat dilihat di masjid kampus UGM. Beberapa mahasiswa beristirahat siang, baca qur’an, baca buku maupun mengerjakan tugas-tugas kuliah yang belum diselesaikan.
Keadaan Ramadhan, membuat suasana masjid-masjid kampus berbeda, dari diskusi, bedah buku hingga pentas seni cukup membuat semarak Ramadhan di Kampus-kampus. Dan panitia mengadakan diskusi dengan berbagai macam tema dari yang normatif hingga tema yang kontekstual.

Dalam menyambut Bulan Ramadhan, beberapa mahasiswa yang tergabung daam organisasi Islam, UKM. Maupun perkumpulan daerah banyak menyelenggarakan buka puasa bersama. Disamping itu, beberapa mahasiswa memamfaatkan ramadhan dengan menambah penghasilan dengan berjualan makanan-makanan kecil untuk berbuka, seperti yang dilakukan oleh Fara Pramita (D3/Sastra Jepang UGM). Bersama dengan beberapa temannya, Fara berjualan makanan kecil di daerah kuncen. Fara, membuka warung kuenya dimulai sejak pukul 15.00 hingga pukul 19.00 WIB, Kue yang ada merupakan hasil titipan ibu-ibu, jadi mereka hanya menyediakan tempat dan tenaga. Menurutnya hasil dari penjualan kue tersebut lumayan banyak, dan sebagaimana tahun-tahun yang lalu hasil dari penjualan tersebut digunakan untuk tambahan untuk menyambut lebaran nanti.

Berbeda dengan Fara yang berjualan disekitar tempat tinggalnya. Dian (Komunikasi UGM 98), berjualan Es Pallubutung, Es Buah Jeruk Nipis dan Es Kacang Hijau di sekitar Jalan Kaliurang, tepatnya di depan BANK Mandiri Cab. UGM. Dian beserta dengan dua orang teman Lesy (YKPN 2003) dan Sony (ISI 97). Berjualan es tersebut sejak pukul 15.30 – 18.30 WIB. Dan mereka juga menyediakan tempat untuk lesehan para pembeli yang akan berbuka di tempat. Menurut Dian, pembeli akan banyak menjelang waktu berbuka.

Hasil penjualan es tersebut menurutnya dapat mencapai Rp. 30.000,- hingga Rp.50.000,- perharinya. Rencananya Dian dan kedua temannya akan menjajakan es tersebut sampai dengan tanggal 10 November 2004. Pada Ramadhan tahun lalu, Dian juga pernah berjualan es di Jalan Gejayan Dan sekarang merupakan tahun kedua Dian berjualan di Bulan Ramadhan. Dan menurutnya, juga telah dibuka cabang penjualan Es Pallubutung di Jalan Diponegoro dan Jalan Jend. Sudirman yang dijalankan temannya. Awal penjualan tersebut bermula dari iseng saja, akunya. Namun karena hasilnya lumayan maka diteruskan terus penjualannya.

Lain lagi cerita Atip, mahasiswa Syariah UIN Sunan Kalijaga asal Bandung ini, mengaku, tahun ini merupakan puasa pertamanya di Jogja. Dan selama Ramadhan, dia mengaku lebih irit dibandingkan selain bulan ramadhan, karena dia berbuka di masjid kampus yang menyediakan ta’jilan bagi mahasiswa, dan sebulum berbuka Dia juga mengikuti pengajian yang diadakan panitia Ramadhan. Sedangkan untuk makan sahur, Atip memasak nasi dengan beberapa teman kost-nya. Harapan Atip, bulan ramadhan kali ini dapat menambah spirit intelektual dan ruhaninya meningkat.


1 comment:

Luigi said...

Es palubutung, nasi goreng kambing. gudeg jogja, dan seribu istilah pengenyang perut yang sudah terasa asing di telinga ini...dan terus diri ini menghitung hari untuk segera mudik ke kampung...:)

..and I guess, only Heaven knows when is Liberia gets back to normal again as we are here stuck, as armed troops are on the streets while gunship choppers are flying around since 2 days ago... Warm regards from West Africa!

Popular

Recent

Comments